*** Follow Instagram Farhiyatrans untuk update foto terkini *** Pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat, booking paling lambat 2 hari sebelum keberangkatan *** Pengiriman sepeda motor, booking paling lambat sehari sebelum keberangkatan *** Menerima pengiriman kendaraan baru (belum ada NoPol/plat/STNK) *** Menerima pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat dari Balikpapan ke Surabaya, Makassar ke Surabaya, Banjarmasin ke Surabaya, Maumere ke Surabaya *** Kirim lebih dari satu kendaraan, ada potongan harga *** Kirim barang lebih dari satu ton, ada potongan harga *** Kirim barang dengan FCL harga nego ***

Selasa, 28 April 2015

Kemenhub Tahan Anggaran Pembelian Kapal Pelni

by Pebrianto Eko Wicaksono, 28 April 2015

Ilustrasi (Istimewa)

PT Pelni (Persero) akan membeli enam kapal untuk mendukung rencana Presiden Joko Widodo dalam menyambung akses antara pulau melalui tol laut. Namun anggaran pembelian enam kapal tersebut masih tertahan di Kementerian Perhubungan.
Direktur Utama PT Pelni (Persero) Sulistyo Wimbo Hardito mengatakan, saat ini Pelni belum melakukan pembelian kapal tersebut karena tahap survei. Kementerian Perhubungan belum mencairkan dana pembelian kapal itu.
Wimbo memperkirakan, Pelni dapat membeli dua kapal pada 2015. "Untuk 2015, tergantung dana Kementerian Perhubungan untuk operasionalnya. Survei operasional ada dua, kapalnya bisa dari Indonesia, Singapura, Korea Selatan dan Jepang," kata Wimbo, di kantor pusat Pelni, Jakarta, Selasa (28/4/2015).
Wimbo mengungkapkan, Pelni mengandalkan suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 500 miliar pada 2015 untuk membeli enam kapal itu. "Rencana PMN Rp 500 miliar yang kami akan belikan kapal untuk kegunaan tol laut," kata Wimbo.
Wimbo menambahkan, enam kapal tersebut khusus melayani pengangkutan barang, rute yang akan ditempuh diantaranya Flores - Tual- Tobelo- Serui dan Anambas. "Jadi rencananya enam kapal tersebut  khusus untuk angkutan barang,"  kata Wimbo.
Pelni juga meningkatkan pelayanan di darat, laut dan udara, sehingga hal itu menjadi fokus kerja saat usianya mencapai 63 tahun. Wimbo mengatakan, perbaikan pelayanan di darat terdapat pada loket pelayanan tiket. Pelni berencana melakukan penerapan tiket elektronik, namun Wimbo belum memasikan waktu penerapannya.
"Kami perbaiki loket. Tiket belum selesai sedang pengembangan e-ticketing," kata Wimbo.
Wimbo melanjutkan, peningkatan pelayanan udara Pelni telah membuka contact center dengan nomor 162, untuk memudahkan masyarakat mendapat informasi tentang pelayanan Pelni.

Sumber : liputan6.com

Kirim Kendaraan