*** Follow Instagram Farhiyatrans untuk update foto terkini *** Pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat, booking paling lambat 2 hari sebelum keberangkatan *** Pengiriman sepeda motor, booking paling lambat sehari sebelum keberangkatan *** Menerima pengiriman kendaraan baru (belum ada NoPol/plat/STNK) *** Menerima pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat dari Balikpapan ke Surabaya, Makassar ke Surabaya, Banjarmasin ke Surabaya, Maumere ke Surabaya *** Kirim lebih dari satu kendaraan, ada potongan harga *** Kirim barang lebih dari satu ton, ada potongan harga *** Kirim barang dengan FCL harga nego ***

Minggu, 10 Mei 2015

4 Penyebab Ban Cepat Aus

img

Ban merupakan salah satu faktor paling penting dalam menjaga keselamatan saat berkendara. Para pengendara disarankan untuk lebih waspada dan lebih memperhatikan kondisi ban kendaraan. Berikut adalah empat hal yang menyebabkan ban cepat aus.

1. Kecepatan
Buat pengendara harus memperhatikan simbol kecepatan pada ban yang Anda gunakan. Karena tidak satu dan dua pengendara yang tidak mempedulikan simbol pada ban yang tertera pada ban.

Mobil yang berlari terlalu kencang namun spek ban tidak sesuai, otomatis akan memperpendek umur ban.

Berikut daftar simbol dan kecepatan maksimal yang bisa diterapkan.

- Simbol M Kecepatan maksimal 130 km/jam.
- Simbol N Kecepatan maksimal 140 km/jam.
- Simbol P Kecepatan maksimal 150 km/jam.
- Simbol Q Kecepatan maksimal 160 km/jam.
- Simbol R Kecepatan maksimal 170 km/jam.
- Simbol S Kecepatan maksimal 180 km/jam.
- Simbol T Kecepatan maksimal 190 km/jam.
- Simbol U Kecepatan maksimal 200 km/jam.
- Simbol H Kecepatan maksimal 210 km/jam.
- Simbol V Kecepatan maksimal 240 km/jam.
- Simbol W Kecepatan maksimal 270 km/jam.
- Simbol Y Kecepatan maksimal 300 km/jam.
- Simbol ZR Kecepatan maksimal Above 240 km/jam.


2. Keadaan Mekanisme Kendaraan
Satu lagi yang sering dilupakan pengendara ialah melakukan rotasi pada ban. Karena kecenderungan ban akan mengalami aus yang tidak merata. Oleh sebab itu pengendara sangat disarankan untuk melakukan spooring.

Karena setir cenderung membuang ke satu arah, saat sudah berjalan sejauh 10.000 km. Ada beberapa cara perubahan rotasi ban yang benar, di antaranya:

Untuk kendaraan berpenggerak roda belakang dan 4 roda, bisa dilakukan rotasi seperti ban depan kiri diputar ke ban belakang kanan, dan ban depan kanan bisa diputar ke belakang kiri.

Selanjutnya untuk kendaraan berpenggerak roda depan. Bisa diputar seperti ban bekakang kanan ditaruh menduduki posisi kiri depan. Dan ban belakang kiri ditaruh di ban kanan depan. Atau bisa juga ban depan kanan ditaruh di posisi kanan belakang, dan ban depan kiri bisa ditaruh di posisi kiri belakang.


3. Kebiasaan mengemudi
Ban yang cepat aus juga bisa disebabkan oleh sifat agresif pengendara saat berkendara.

Seperti pengendara sering melakukan start yang cepat dan berhenti mendadak. Membelokkan kendaraan dengan cepat, serta pengendara kerap mengendarai kendaraan di antara aspal dan tanah, melalui lubang atau halangan lainnya.


4. Tekanan angin
Hal ini juga kerap dilupakan oleh pengendara. Yaitu tekanan angin yang tidak sesuai. Padahal hal ini cukup mudah, karena pabrikan otomotif sudah memberikan patokan tekanan angin yang tepat di dalam kabin (balik pintu).

Kirim Kendaraan