*** Follow Instagram Farhiyatrans untuk update foto terkini *** Pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat, booking paling lambat 2 hari sebelum keberangkatan *** Pengiriman sepeda motor, booking paling lambat sehari sebelum keberangkatan *** Menerima pengiriman kendaraan baru (belum ada NoPol/plat/STNK) *** Menerima pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat dari Balikpapan ke Surabaya, Makassar ke Surabaya, Banjarmasin ke Surabaya, Maumere ke Surabaya *** Kirim lebih dari satu kendaraan, ada potongan harga *** Kirim barang lebih dari satu ton, ada potongan harga *** Kirim barang dengan FCL harga nego ***

Kamis, 21 Mei 2015

Bulan Depan, 12 BUMN Ini 'Diguyur' Rp 25,6 Triliun

Maikel Jefriando - detikfinance
Kamis, 21/05/2015 18:54 WIB


Jakarta -Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk 12 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan segera dicairkan pada Juni 2015. Nilainya mencapai Rp 25,6 triliun atau 36,3% dari total PMN yang tertera dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2015.

"Per 15 Mei pencairan itu masih nihil. Tapi bulan depan PMN dicairkan sebesar Rp 25,6 triliun kepada 12 BUMN atau 36,3% dari total," ungkap Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Kamis (21/5/2015)

BUMN yang dimaksud meliputi PT PAL Indonesia, PT Hutama Karya Tbk, PT Waskita Karya Tbk, PT Adhi Karya Tbk, LPEI, PT SMF, PT Geo Dipa Energi, PT SMI, dan BPJS Kesehatan, serta Bulog, PT Aneka Tambang Tbk, dan PT PPA.

"PP memang sudah disiapkan, yang lainnya kita sedang tunggu dari BUMN. Memang prioritasnya adalah ini," paparnya.

Dana PMN tersebut akan digunakan untuk mendorong proyek-proyek BUMN, seperti PT PAL Indonesia itu mendapat tugas membangun dermaga kapal selam. Kemudian Hutama Karya untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, dan Bulog untuk ketahanan pangan, serta BPJS kesehatan untuk menutupi utang yang muncul di awal tahun.

"Kenapa PT PAL, karena komitmen bangun dermaga kapal selam. Karena sudah kerja sama dengan Korea Selatan jadi harus segera dimulai. Kemudian Hutama Karya, Bulog dan yang lainnya juga sangat prioritas," terang Bambang.

Kirim Kendaraan