*** Follow Instagram Farhiyatrans untuk update foto terkini *** Pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat, booking paling lambat 2 hari sebelum keberangkatan *** Pengiriman sepeda motor, booking paling lambat sehari sebelum keberangkatan *** Menerima pengiriman kendaraan baru (belum ada NoPol/plat/STNK) *** Menerima pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat dari Balikpapan ke Surabaya, Makassar ke Surabaya, Banjarmasin ke Surabaya, Maumere ke Surabaya *** Kirim lebih dari satu kendaraan, ada potongan harga *** Kirim barang lebih dari satu ton, ada potongan harga *** Kirim barang dengan FCL harga nego ***

Sabtu, 23 Mei 2015

Cek Tekanan Angin Ban Seminggu Sekali

Mau Aman Bermotor? Cek Tekanan Angin Ban Seminggu Sekali

Tekanan ban yang sesuai sangatlah penting. Tekanan ban harus disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan motor.

Country Sales & Marketing 2Wheels Division PT Michelin Indonesia, Bayu Surya Pamugar Sugeng mengatakan, tekanan angin yang berlebihan membuat fungsi ban hilang. Sebab, karet ban akan merenggang karena ban berkembang tidak seharusnya.

"Tekanan angin penting untuk keamanan. Tekanan angin yang berlebihan membuat fungsi ban hilang. Karena dia memaksa karet ban berkembang tidak seharusnya. Sehingga kan dia menarik komponen yang sebenernya tidak didesain seperti itu," jelas Bayu.

Sebaliknya, tekanan angin yang kurang juga membuat ban tidak berumur panjang. Gesekan ban dengan tekanan angin yang kurang akan lebih besar.

"Kalau tekanan angin yang kurang itu membuat ban cepat habis. Karena dia lebih ketekan ke bawah. Makanya saran kita, seberapa pun bagus ban kalau tidak sesuai tekanannya itu tidak akan berfungsi maksimal," katanya.

Nah, Bayu juga menyarankan, tekanan angin harus dicek secara rutin. Minimal, satu minggu sekali ban bisa dicek agar tetap sesuai dengan rekomendasi pabrikan motor. Sebab, kondisi jalan yang bergelombang bisa mengurangi tekanan angin.

"Kalau saran saya sebaiknya serutin mungkin. Paling enggak seminggu sekali. Karena kita enggak tahu tekanan yang kita lalui di jalan," ujar Bayu.

Satu lagi, Bayu juga mengingatkan jangan sampai terkecoh dari angka tekanan ban yang tertera di dinding ban. Angka yang ada di dinding ban itu menginformasikan tekanan maksimal yang bisa ditampung sebuah ban, bukan rekomendasi tekanan ban harus sesuai angka itu. Tekanan yang dianjurkan adalah yang direkomendasikan produsen motor.

"Di samping ban kan ada indikator maksimum teknan angin. Nah itu untuk menginformasikan maksimum tekanan yang bisa ditampung ban. Tapi apakah harus mengikuti itu, enggak. Lihat rekomendasi motor ini. Contoh, tekanan angin sebuah motor 32 psi, ban Michelin bisa sampai 40 psi. Nah yag harus dipasang yang 32, bukan 40. Artinya michelin menyiapkan maksimal tekanan di 40," jelasnya.

"Jadi jangan terkecoh dari maksimum tekanan angin yang ada di ban itu," lanjutnya.

Kirim Kendaraan