*** Follow Instagram Farhiyatrans untuk update foto terkini *** Pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat, booking paling lambat 2 hari sebelum keberangkatan *** Pengiriman sepeda motor, booking paling lambat sehari sebelum keberangkatan *** Menerima pengiriman kendaraan baru (belum ada NoPol/plat/STNK) *** Menerima pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat dari Balikpapan ke Surabaya, Makassar ke Surabaya, Banjarmasin ke Surabaya, Maumere ke Surabaya *** Kirim lebih dari satu kendaraan, ada potongan harga *** Kirim barang lebih dari satu ton, ada potongan harga *** Kirim barang dengan FCL harga nego ***

Senin, 25 Mei 2015

Dahsyat, Ada Rp 15.600 Triliun/Tahun di Laut RI

Senin, 25/05/2015 15:43 WIB

Ambon -Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Perhubungan dan Kementerian Ekonomi Bidang Kemaritiman mendorong pengembangan ekonomi berbasis maritim. Potensi ekonomi di sektor maritim cukup besar, mencapai US$ 1.200 miliar atau Rp 15.600 triliun per tahun. 

Sayangnya, sektor perikanan hanya bisa menyumbang 2,3% saja dari total Produk Domestik Bruto (PDB). Pencurian ikan atau illegal fishing yang menghambat berkembangnya sektor maritim perlu diberantas.

Demikian dikatakan Gubernur BI Agus Martowardojo dalam Diskusi Publik Kebangkitan Maritim 'Memperkuat Sinergi Kebijakan Mendorong Pengambangan Ekonomi Berbasis Maritim', di The Natsepa Resort and Conference Center, Ambon, Maluku, Senin (25/5/2015).

"Mendorong ekonomi berbasis maritim. Oleh karena itu koordinasi harus baik, bagaimana masalah illegal fishing itu mesti diatasi, meningkatkan perikanan tangkap, budidaya, dan distribusi itu penting," ujarnya.

Dari sisi BI, Agus menyebutkan, pihaknya memperkuat upaya untuk mendorong pembiayaan, bank dan non bank ke sektor maritim, antara lain dengan melakukan pembinaan klaster UMKM berbasis maritim dan mengembangkan berbagai model pembiayaan usaha termasuk mengkaji pola hubungan usaha besar UMKM yang saling menguntungkan.

Selain itu, Agus juga mengatakan, pihaknya mendorong pendalaman pasar keuangan untuk memperkuat peran pembiayaan non bank.

Menurut Agus, perlu mempercepat optimalisasi kebijakan-kebijakan dalam jangka pendek dengan kondisi yang ada dengan memitigasi dampak jangka pendek dari kebijakan-kebijakan di bidang perikanan.

Di sisi lain, perlu menyediakan kapal untuk memperkuat kelancaran pasokan di wilayah Kawasan Timur Indonesia khususnya menjelang lebaran.

Agus juga menyebutkan, perlu meningkatkan produktivitas ekonomi kelautan dan perikanan antara lain melalui pemberantasan illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing, perbaikan iklim usaha yang kondusif dan inovasi Iptek.

"Mempercepat pembangunan infrastruktur poros maritim serta mengembangkan industri perkapalan dan pelayaran nasional. Membangun tol laut, pelabuhan laut dalam, logistik, dan menjamin ketersediaan listrik di daerah-daerah perbatasan," jelas dia.

Sumber: detik.com

Kirim Kendaraan