*** Follow Instagram Farhiyatrans untuk update foto terkini *** Pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat, booking paling lambat 2 hari sebelum keberangkatan *** Pengiriman sepeda motor, booking paling lambat sehari sebelum keberangkatan *** Menerima pengiriman kendaraan baru (belum ada NoPol/plat/STNK) *** Menerima pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat dari Balikpapan ke Surabaya, Makassar ke Surabaya, Banjarmasin ke Surabaya, Maumere ke Surabaya *** Kirim lebih dari satu kendaraan, ada potongan harga *** Kirim barang lebih dari satu ton, ada potongan harga *** Kirim barang dengan FCL harga nego ***

Rabu, 20 Mei 2015

Penjelasan Panglima TNI Soal Penghalauan Pengungsi Rohingya ke Indonesia

Rabu, 20/05/2015 18:22 WIB

Penjelasan Panglima TNI Soal Penghalauan Pengungsi Rohingya ke Indonesia

Padang, - TNI menghalau para pengungsi etnis Rohingya yang berlayar mendekati perairan Indonesia. Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyatakan bila Rohingya tidak dihalangi masuk ke Indonesia, maka bisa ada potensi masalah sosial yang bisa timbul.

"Dikhawatirkan ini akan memunculkan berbagai persoalan sosial. Kita sendiri menghadapi masalah masyarakat miskin masih banyak, Kenapa kita mesti menanggung persoalan baru?" kata Moeldoko dalam kuliah umum di Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumatera Barat, Rabu (20/5/2015).

Moeldoko menyatakan hal tersebut saat salah seorang mahasiswa mempertanyakan rasa kemanusiaan dalam kaitan dengan sikap terhadap para pencari suaka tersebut. Acara yang dihadiri Rektor Unand ‎Werry Data Taifur ini disimak oleh seribuan mahasiswa berbagai universitas se-Sumatera Barat. 

Moeldoko melanjutkan soal potensi gangguan bila‎ pengugsi Rohingya tak dihalau dan akhirnya mendarat di Indonesia. "Belum lagi mereka bisa membawa paham keagamaan lain, kita tidak tahu," kata Moeldoko.

Moeldoko menjelaskan, pada mulanya kapal Rohingya hanya berlayar di selat Malaka, namun kemudian mereka terlihat merapat juga ke Indonesia. Ada dugaan tertentu yang mendasari TNI untuk memberi kapal Rohingya bahan bakar supaya pergi menjauh, atau melarang nelayan Indonesia membantu orang Rohingya. 

"‎Ini ada modus dan metode dengan para nelayan Indonesia, tidak tahu ada kontrak bisnis atau bagaimana. Jadi begitu melihat para nelayan, mereka (Rohingya yang di kapal) langsung loncat ke laut (supaya terkesan tenggelam). Langsung dibawa nelayan Indonesia dan dibawa mendarat," kata Moeldoko.

Moeldoko menyatakan hal itu merupakan kondisi riil di lapangan yang ditangani prajuritnya. Maka nelayan tak boleh lagi mengambil pengungsi Rohingya.‎

"Diimbau agar nelayan tidak melakukan hal-hal seperti itu. Serahkan sepenuhnya kepada TNI (untuk mengurusi Rohingya di lautan)," kata Moeldoko.

Sumber: detik.com

Kirim Kendaraan