*** Follow Instagram Farhiyatrans untuk update foto terkini *** Pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat, booking paling lambat 2 hari sebelum keberangkatan *** Pengiriman sepeda motor, booking paling lambat sehari sebelum keberangkatan *** Menerima pengiriman kendaraan baru (belum ada NoPol/plat/STNK) *** Menerima pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat dari Balikpapan ke Surabaya, Makassar ke Surabaya, Banjarmasin ke Surabaya, Maumere ke Surabaya *** Kirim lebih dari satu kendaraan, ada potongan harga *** Kirim barang lebih dari satu ton, ada potongan harga *** Kirim barang dengan FCL harga nego ***

Jumat, 22 Mei 2015

Presiden Jokowi Resmikan Terminal Teluk Lamong - Surabaya

Sabtu, 23/05/2015 00:00 WIB

Presiden Jokowi Resmikan Terminal Teluk Lamong - Surabaya

Jakarta - Terminal pelabuhan tercanggih dan paling ramah lingkungan di Indonesia akhirnya diresmikan oleh Presiden RI – Joko Widodo. Setelah uji coba selama 6 bulan, Terminal Teluk Lamong di Pelabuhan Tanjung Perak – Surabaya diresmikan pada Jumat (22/5) lalu. Presiden Jokowi meresmikan Terminal Teluk Lamong bersama Gubernur Jawa Timur – Soekarwo dan Direktur Utama Pelindo III – Djarwo Surjanto.

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan pelabuhan yang berada di perbatasan Surabaya dan Gresik itu merupakan bagian dari rencana untuk mewujudkan tol laut. Apalagi setelah dilakukan Revitalisasi Alur Pelayaran Barat Surabaya, kapal berukuran raksasa bisa masuk Terminal Teluk Lamong.

"Jadi kita akan membangun sistem terintegrasi mulai dari Pelabuhan Belawan, Kuala Tanjung, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Teluk Lamong hingga Makassar yang ground breaking-nya hari ini serta Sorong yang ground breaking-nya Agustus atau September," kata Jokowi. Usai menyampaikan kata sambutan dan meresmikan Terminal Teluk Lamong, Jokowi meninjau control room. 

Di sini petugas tinggal menggerakkan joy stick untuk menggerakkan peralatan bongkar muat kontainer. ''Pengoperasian bongkar muat dilakukan secara semiotomatis. ''Semua dikendalikan dari control room. Bukan gagah-gagahan, tapi safety. Di lapangan truk dan crane hilir mudik, kalau banyak orang yang mondar-mandir bisa tertabrak. Mengurangi kontak orang juga mencegah pungli,'' jelas Dirut Pelindo III Djarwo Surjanto.

Terminal Teluk Lamong memang dirancang sebagai terminal peti kemas yang canggih. Untuk memindahkan petikemas, tidak lagi menggunakan Rubber Tyred Gantry (RTG) seperti di Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Tanjung Priok. Melainkan alat bernama Automatic Stacking Crane (ASC) yang terhubung dengan Terminal Operating System (TOS) sehingga memudahkan identifikasi status dan informasi isi petikemas bersangkutan.

Manfaat penggunaan teknologi canggih tersebut adalah untuk meningkatkan produktivitas kerja di pelabuhan. Dengan demikian, waktu yang dibutuhkan oleh kapal yang merapat baik untuk muat atau bongkar muatan tidak terlalu lama. Alhasil, waiting time atau waktu tunggu kapal yang hendak merapat dapat dipangkas.

Ini membuat pengusaha dapat melakukan efisiensi biaya logistik sehingga harga jual barang pada akhirnya bisa ditekan. Peralatan canggih yang diterapkan di Teluk Lamong berkonsep ramah lingkungan. Alat bongkar-muatnya, ASC hingga Ship-to-Shore Crane (STS) digerakkan dengan tenaga listrik.

Total daya listrik yang dibutuhkan dalam kondisi penuh dan sibuk adalah 100 Mega Watt. Hebatnya pasokan listriknya tidak tergantung PLN semata, melainkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) yang dibangun khusus untuk mendukungnya. Untuk mengurangi emisi gas buang PT Pelindo III mengoptimalkan penggunaan energi listrik dari gas, termasuk untuk truk-truk kontainer yang beroperasi di dermaga dan terminal. Khusus untuk Automotive Terminal Trailer (ATT) dan Straddle Carriers (SC) menggunakan mesin diesel dengan standar emisi EURO 4.

Standar tinggi ramah lingkungan itu juga berlaku bagi truk-truk pembawa petikemas, hanya truk berbahan bakar gas yang diperkenankan untuk masuk lapangan terminal. Sedangkan untuk truk berbahan bakar diesel, disediakan area transfer di luar area terminal. Di sana pula muatannya dibawa dan dipindahkan dengan truk berbahan bakar gas.

Kapal pertama yang bersandar dan melakukan bongkar muat di Terminal Teluk Lamong setelah peresmian adalah MV Marine Bia dari perusahaan Samudera Shipping Line. Kapal internasional itu mempunyai rute Surabaya-Singapura.

Kirim Kendaraan