*** Follow Instagram Farhiyatrans untuk update foto terkini *** Pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat, booking paling lambat 2 hari sebelum keberangkatan *** Pengiriman sepeda motor, booking paling lambat sehari sebelum keberangkatan *** Menerima pengiriman kendaraan baru (belum ada NoPol/plat/STNK) *** Menerima pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat dari Balikpapan ke Surabaya, Makassar ke Surabaya, Banjarmasin ke Surabaya, Maumere ke Surabaya *** Kirim lebih dari satu kendaraan, ada potongan harga *** Kirim barang lebih dari satu ton, ada potongan harga *** Kirim barang dengan FCL harga nego ***

Jumat, 22 Mei 2015

Sistem Navigasi Justru Menyulitkan?

Sistem Navigasi Justru Menyulitkan?

Teknologi yang semakin berkembang membuat pabrikan mobil menyematkan sistem navigasi pada produknya. Dengan adanya navigasi itu, banyak anggapan bahwa navigasi bisa memudahkan penggunanya untuk mencari jalan yang belum pernah ditempuhnya.

Namun, seperti dilansir Inautonews, Jumat (22/5/2015), keluhan konsumen justru lebih besar ketika berbicara tentang kendaraan yang memiliki sistem infotainment terkini. Bahkan, Consumer Reports sebagai majalah independent menyoroti situasi ini dalam sebuah survey.

Salah satu keluhan spesifik yang terlihat pada semua merek adalah bahwa sistem navigasi tidak benar-benar bekerja seperti yang ada di iklannya. Hal ini menimbulkan polemik karena beberapa pabrikan mulai mengembangkan mobil otonom yang mengambil basis daris sitem navigasi.

Memang, banyak ahli berpendapat, ketika sedang mengemudi, sistem navigasi Global Positioning System (GPS) telah menjadi salah satu prestasi besar dalam sejarah manusia. Tapi, ada beberapa implikasi jika penggunanya memakai dan sangat mengandalkan GPS.

Sudah banyak kasus pengemudi yang tersasar akibat terlalu percaya dengan GPS. Salah satunya adalah bus pariwisata yang kesasar sejauh 600 kilometer saat berkunjung ke Perancis, seperti diberitakan detikOto beberapa waktu lalu.

Semestinya, bus itu menuju resort ski La Plagne di Alpen. Tapi, karena ada tiga nama yang sama yakni La Plagne, sang sopir bingung. Terlebih tak satu pun di antara turis yang diantarkannya juga tak mengetahui arah mana dan La Plagne mana yang seharusnya dipilih.

Berbekal rasa percaya diri dan tebak-tebakan, akhirnya dia memilih La Plagne yang berada di Prancis sebelah Selatan. Ternyata, arah itu salah.

"Kami sampai bisa melihat Meditarranean dan Carcassonne," seorang penumpang bus itu saat bercuit di akun Twitter miliknya. Dua dari tiga tempat La Plagne yang ada di GPS itu memang terkenal dengan pemandangan benteng zaman abad pertengahan.

Bus ini akhirnya berputar ke arah yang benar di Toulouse. Penumpang bus pun akhirnya tiba di tujuan yang sebenarnya 24 jam kemudian dan sang sopir meminta maaf.

Kirim Kendaraan