*** Follow Instagram Farhiyatrans untuk update foto terkini *** Pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat, booking paling lambat 2 hari sebelum keberangkatan *** Pengiriman sepeda motor, booking paling lambat sehari sebelum keberangkatan *** Menerima pengiriman kendaraan baru (belum ada NoPol/plat/STNK) *** Menerima pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat dari Balikpapan ke Surabaya, Makassar ke Surabaya, Banjarmasin ke Surabaya, Maumere ke Surabaya *** Kirim lebih dari satu kendaraan, ada potongan harga *** Kirim barang lebih dari satu ton, ada potongan harga *** Kirim barang dengan FCL harga nego ***

Minggu, 07 Juni 2015

Awak KM Tidar Gagalkan Penyelundupan Puluhan Kakatua

Minggu, 07/06/2015 19:17 WIB

Jakarta - Awak Kapal Motor (KM) Tidar juga peduli akan kelestarian lingkungan. Mereka bergerak melakukan penyisiran pada para penumpang yang kedapatan membawa satwa langka yang dilindungi UU.

Menurut Manager Komunikasi Hubungan dengan Kelembagaan PT. PELNI Akhmad Sujadi, Minggu (7/6/2015) upaya penyelamatan itu dilakukan sejak awal April lalu. Ada puluhan burung jenis Kakatua yang diselamatkan.

"Pada 4 April seluruhnya ada 25 namun yang 1 ekor terlepas dan terbang. Pada 16 April, 5 ekor kakatua putih jambul kuning. Untuk 29 Mei, 3 ekor Jambul kuning, 1 Kakatua raja, dan 1 ekor nuri hijau (perkicit),” terang Sujadi.

Menurut Sujadi, sepenuhnya awal kapal yang dipimpin Nakhoda KM Tidar Captain Djauhari, berupaya mencegah penyelundupan hewan-hewan itu. Alibi pembawa burung dilindungi aneka macam. Ada yang membiarkan burungnya seolah tanpa tuan bila ada pemeriksaan. 

"Ketika ada pemeriksaan Tim PELNI tidak ada yang mengaku. Burung kami sita dan diturunkan di pelabuhan terdekat di mana kapal sandar. Beberapa kali di Ambon dan Tual burang kami serahkan ke Kacab untuk diproses kepada yang terkait di darat," urai Sujadi.

Kepedulian PT. PELNI juga dijabarkan dalam bentuk pengumuman di Kapal untuk mencegah penumpang membawa barang-barang terlarang dan hewan yang dilindungi undang-undang. Imbauan disampaikan dengan pengeras suara dari anjungan dan dek informasi di kapal serta tulisan di dinding kapal.

Sejak penangkapan para penyelundup burung jambul kuring dan Kakatua Raja di Surabaya beberapa waktu lalu KM. TIDAR Nakhoda dan seluruh ABK sigap dan melakukan pencegahan dan penurunan kepada setiap penumpang yang membawa binatang ke atas kapal. 

"Meskipun sulit untuk mencegah naiknya burung dilindungi setiap penumpang yang akan naik kami cegah," terang Captain Djauhari.

Bila kedapatan burung atau hewan dilindungi diturunkan di pelabuhan berkutnya. "Sudah lebih dari 20 burung diturunkan di Baubau. Umumnya mereka naik dari Dobo. Kami bikin berita acara penyerahan kepada kacab untuk diserahkan kepada yang berwajib," terang Djauhari lagi.

Sumber: detik.com

Kirim Kendaraan