*** Follow Instagram Farhiyatrans untuk update foto terkini *** Pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat, booking paling lambat 2 hari sebelum keberangkatan *** Pengiriman sepeda motor, booking paling lambat sehari sebelum keberangkatan *** Menerima pengiriman kendaraan baru (belum ada NoPol/plat/STNK) *** Menerima pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat dari Balikpapan ke Surabaya, Makassar ke Surabaya, Banjarmasin ke Surabaya, Maumere ke Surabaya *** Kirim lebih dari satu kendaraan, ada potongan harga *** Kirim barang lebih dari satu ton, ada potongan harga *** Kirim barang dengan FCL harga nego ***

Sabtu, 06 Juni 2015

Bos Pelindo II Usul Jokowi Upacara 17 Agustus di Proyek Pelabuhan Sorong

Sabtu, 06/06/2015 13:54 WIB

Bos Pelindo II Usul Jokowi Upacara 17 Agustus di Proyek Pelabuhan Sorong

Hamburg -Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) RJ Lino usul proyek Pelabuhan Sorong di Papua Barat menjadi simbol bangkitnya pembangunan di Indonesia timur di bidang kemaritiman. 

Ia juga usul Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar upacara bendera di hari peringatan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2015 di calon lokasi pelabuhan kontainer Sorong.

Lino mengatakan, pada 17 Agustus 2015 proyek Pelabuhan Sorong di Papua Barat akan dimulai. Bila gagasan ini terealisasi, maka menjadi sejarah bagi Indonesia karena upacara 17 Agustus yang biasanya di Istana Negara, Jakarta, kini bakal di luar Istana khususnya di Papua.

"Saya usulkan groundbreaking proyek Pelabuhan Sorong sekalian Pak Jokowi upacara 17 Agustus di Sorong," kata Lino di Hotel Radisson Blu, Hamburg, Jerman, Jumat (5/5/2015).

Menurut Lino, proyek Pelabuhan Sorong menjadi momentum pembangunan infrastruktur pelabuhan di Indonesia khususnya sektor logistik. Selama ini harga barang di Indonesia timur juah lebih mahal daripada di pulau lainnya apalagi di Jawa.

Buruknya sistem logistik di Indonesia membuat ketimpangan dalam hal pasokan dan tak meratanya harga-harga kebutuhan pokok di Indonesia. Biaya logistik di Indonesia termasuk paling tinggi hingga 24,7% dari produk domestik Bruto (PDB).

"Jadi agar Papua merasa bahwa benar-benar menjadi bagian dari Indonesia," katanya saat menjelaskan alasan usulannya.

Lino pernah mengatakan Bank Dunia (World Bank) tertarik sekali untuk membantu pembiayaan Pelabuhan Sorong. Keberadaan Pelabuhan Sorong ini akan ditopang dengan program revitalisasi 35 pelabuhan kecil-kecil Indonesia timur.

Dengan kapasitas tampung kontainer mencapai 500.000 TEUs, Pelabuhan Sorong diproyeksikan menjadi pelabuhan internasional yang menjadi hub transportasi kapal-kapal dari Australia, Jepang, China, dan negara-negara Pasifik lainya.

Berjarak 2 jam perjalanan darat dari Kota Sorong, lokasi pelabuhan ini akan dikembangkan menjadi kawasan industri baru (KIB) di Indonesia Timur ini memiliki luas 7.500 hektar.

PT Pelindo II dan Pelindo IV akan bekerjasama menggarap Pelabuhan Sorong. Pelabuhan ini membutuhkan investasi US$ 500 juta atau sekitar Rp 6,5 triliun.

Seperti diketahui rencana pembangunan pelabuhan baru di Sorong dalam rangka mendukung konsep tol laut atau pendulum nusantara yang membagi menjadi 5 pelabuhan utama yaitu Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Makassar, dan termasuk Sorong..

Keberadaan pelabuhan ini juga tak hanya sebagai penghubung antar pulau di Indonesia, juga bisa menjadi hub atau pelabuhan pengumpul di kawasan timur termasuk kawasan Pasifik barat seperti Papua Nugini.

Berdasarkan rencana Pelindo II, pada 2014 dan 2015 merupakan tahap pembebasan lahan proyek pelabuhan ini. Periode 2016-2017 merupakan tahap konstruksi pelabuhan.

Sumber: detik.com

Kirim Kendaraan