*** Follow Instagram Farhiyatrans untuk update foto terkini *** Pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat, booking paling lambat 2 hari sebelum keberangkatan *** Pengiriman sepeda motor, booking paling lambat sehari sebelum keberangkatan *** Menerima pengiriman kendaraan baru (belum ada NoPol/plat/STNK) *** Menerima pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat dari Balikpapan ke Surabaya, Makassar ke Surabaya, Banjarmasin ke Surabaya, Maumere ke Surabaya *** Kirim lebih dari satu kendaraan, ada potongan harga *** Kirim barang lebih dari satu ton, ada potongan harga *** Kirim barang dengan FCL harga nego ***

Kamis, 11 Juni 2015

Investor Jepang Siap Pasok Kapal Bekas untuk 'Tol Laut'

Rabu, 27/05/2015 17:41 WIB

Investor Jepang Siap Pasok Kapal Bekas untuk Tol Laut

Jakarta -Investor asal Jepang berencana memasok kapal-kapal besar angkutan truk barang ke Indonesia. Kapal tersebut dikirim untuk mendukung program angkutan kapal barang berjadwal atau tol laut yang diprogramkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Hal Ini disampaikan oleh Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Harry Boediarto saat diskusi 'Short Sea Shipping' di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (27/5/2015).

"Teman-teman Jepang tawarkan angkut truk. Ke luar pulau. Misal, truk dari Jawa langsung dibawa ke Kalimantan. Di Kalimantan, di sana muter. Di sana jadi perlu punya truk," kata Harry.

Investor Jepang telah mengunjungi ke Kemenhub untuk memasok kapal ke Indonesia. Kapal yang dikirim merupakan armada bekas. Kapal tersebut dipindahkan dari Jepang ke Indonesia karena ekonomi negeri sakura tersebut sedang lesu sementara RI membutuhkan kapal barang dalam jumlah besar dan segera untuk mendukung pelayaran berjadwal ke pelosok negeri.

"Kapal bekas di sana banyak. Kapal di sana banyak nganggur," ujarnya.

Untuk operasional kapal tersebut, investor asal Jepang nantinya menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta. Program short sea shipping atau rute-rute pendek yang layak secara bisnis atau rute gemuk bakal diserahkan ke swasta atau BUMN.
Rute yang dibidik ialah Jawa dan Kalimantan.

"Jakarta-Semarang-Surabaya-Celukan Bawang. Ada Surabaya-Banjarmasin dan Banjarmasin-Balikpapan," ujarnya.

Sedangkan Kemenhub, akan menyediakan anggaran untuk operasional dan subsidi kapal berjadwal rute-rute perintis yang tidak layak secara ekonomi. 

Alokasi anggaran Kemenhub Rp 325 miliar untuk tahun 2015. Sementara untuk operasional atau penugasan akan diserahkan ke badan usaha seperti PT Pelni (Persero). Masuknya pemerintah ditargetkan mampu menekan ongkos logistik untuk angkutan berjadwal sebab beban operasional telah ditanggung pemerintah.

"Pemerintah dorong swasta ke barat. Sedangkan pemerintah masuk ke angkutan perintis barang. Tahun ini, kita buka 5 trayek baru untuk angkutan barang berjadwal. Rutenya: Jakarta-Kepulauan Riau, Jakarta-Maluku Utara, Jakarta-Utara Papua, Surabaya-Tual, Surabaya-NTT. Ukuran kapal 7000 DWT. Kapasitas 100 kontainer per kapal," ujarnya.
Pada 6 Mei 2015, kapal Roll on-Roll off (RoRo) milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) yang merupakan kapal pengangkut truk barang berjadwal mulai digulirkan di Pelabuhan Panjang, Lampung untuk rute Pelabuhan Panjang-Pelabuhan Tanjung Perak. Kapal yang dipakai oleh PT Atosim Lampung merupakan kapal sangat besar yang kondisinya bekas.

Sumber: detik.com

Kirim Kendaraan