*** Follow Instagram Farhiyatrans untuk update foto terkini *** Pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat, booking paling lambat 2 hari sebelum keberangkatan *** Pengiriman sepeda motor, booking paling lambat sehari sebelum keberangkatan *** Menerima pengiriman kendaraan baru (belum ada NoPol/plat/STNK) *** Menerima pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat dari Balikpapan ke Surabaya, Makassar ke Surabaya, Banjarmasin ke Surabaya, Maumere ke Surabaya *** Kirim lebih dari satu kendaraan, ada potongan harga *** Kirim barang lebih dari satu ton, ada potongan harga *** Kirim barang dengan FCL harga nego ***

Senin, 01 Juni 2015

Republik Djibouti Minati Kapal Perang Buatan Indonesia

Selasa, 02/06/2015 04:05 WIB

Republik Djibouti Minati Kapal Perang Buatan Indonesia

Jakarta - KRI Banjarmasin-592 yang berlayar menuju Italia juga sempat singgah di Negara Republik Djibouti. Saat bersandar, negara yang terletak di Afrika Timur itu ternyata tertarik pada kapal perang buatan Indonesia tersebut.

Berdasarkan informasi dari Dinas Penerangan Angkatan Laut yang diterima detikcom, Senin (1/6/2015), KRI merapat di Dermaga Doraleh, Djibouti untuk menambah bekal berupa pengisian ulang bahan bakar dan air tawar. Saat bertemu dengan Dubes RI Luar Biasa Berkuasa Penuh untuk Ethiophia, Imam Santoso dalam acara Cocktail Party, Imam menyampaikan bahwa Negara Republik Djibouti meminati kapal perang buatan Indonesia seperti KRI Banjarmasin-592.

"Kapal perang sejenis KRI Banjarmasin-592 memiliki multifungsi yang dapat membawa pasukan, kapal kecil atau LCU (Landing Craft Unit) untuk menggeser pasukan dan memiliki Helly Deck yang dapat memuat lima pesawat helikopter," kata Imam Santoso seperti disampaikan Kepala Dispenal, Kolonel Laut (P) Suradi Agung Slamet.

Ditambahkan Imam, produk alutsista dan nonalutsista buatan Indonesia lebih bagus secara mutu dan harganya terjangkau bila dibandingkan dengan produk Eropa yang bagus, namun harga mahal dan biaya perawatan mahal. Sedangkan produk Cina harganya murah namun kualitas kurang bagus.

Sumber: detik.com

Kirim Kendaraan