*** Follow Instagram Farhiyatrans untuk update foto terkini *** Pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat, booking paling lambat 2 hari sebelum keberangkatan *** Pengiriman sepeda motor, booking paling lambat sehari sebelum keberangkatan *** Menerima pengiriman kendaraan baru (belum ada NoPol/plat/STNK) *** Menerima pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat dari Balikpapan ke Surabaya, Makassar ke Surabaya, Banjarmasin ke Surabaya, Maumere ke Surabaya *** Kirim lebih dari satu kendaraan, ada potongan harga *** Kirim barang lebih dari satu ton, ada potongan harga *** Kirim barang dengan FCL harga nego ***

Rabu, 22 Juli 2015

Ganti Oli Motor Sendiri di Rumah, Tunggu Saat Mesin Dingin


-Antrean servis di bengkel sepeda motor kerap kali membuat jengkel. Tak jarang konsumen yang ingin mengganti oli sendiri di rumah.

Nah, bagi Anda yang ingin mengganti oli sendiri tanpa bantuan mekanik di bengkel, jangan sembarangan. Pertama, kuras oli bekas hingga tiris.

"Kalau konsumen mau ngerjain. Pertama harus buka baut oli di bawah. Dia harus punya kunci ring 14," ujar Service Manager Astra Motor Mataram, Anton Prihatno kepada detikOto.

Dia mengatakan, baut oli di bawah jangan dibuka dalam kondisi mesin yang panas. Sebab, hal itu akan menyebabkan baut selek.

"Dibukanya pada saat kondisi mesin dingin. Karena kalau baut dibuka pada saat mesin panas, nanti baut itu akan selek," saran Anton.

Untuk mengurasnya pun tidak disarankan menggunakan penyemprot udara, seperti kompressor. Soalnya, kata Anton, kompressor itu mengandung air.

"Tidak disarankan disemprot pakai kompressor. Karena kompressor itu kan ada kandungan airnya. Jadi diamkan saja sampai tetesannya habis," jelas Anton.

Memang, tanpa menggunakan kompressor, oli bekas tidak akan turun semuanya. Akan ada oli yang tersisa. Hal itu dianggap wajar dan tidak akan menjadi masalah.

"Walaupun ada sisa sedikit tidak apa-apa. Karena memang tidak semuanya akan turun. Pasti ada sisa-sisanya, masih nempel-nempel. Karena logam mesin tidak padat banget. Kadang ada di pori-porinya," ucap Anton.

Kirim Kendaraan