*** Follow Instagram Farhiyatrans untuk update foto terkini *** Pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat, booking paling lambat 2 hari sebelum keberangkatan *** Pengiriman sepeda motor, booking paling lambat sehari sebelum keberangkatan *** Menerima pengiriman kendaraan baru (belum ada NoPol/plat/STNK) *** Menerima pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat dari Balikpapan ke Surabaya, Makassar ke Surabaya, Banjarmasin ke Surabaya, Maumere ke Surabaya *** Kirim lebih dari satu kendaraan, ada potongan harga *** Kirim barang lebih dari satu ton, ada potongan harga *** Kirim barang dengan FCL harga nego ***

Rabu, 18 Juli 2018

Ini Penyebab Mengapa Mobil Anda Boros dalam Penggunaan BBM

Banyak penyebab pembakaran mobil anda boros BBM. Hal ini menjadikan pengeluaran anda akan membengkak. Lantas apa solusinya?
Selain faktor cara berkendara yang tak tepat, penyebab mobil boros bahan bakar minyak (BBM) adalah faktor teknis, yaitu penyetelan yang tidak tepat. Meski produsen mobil telah merancang mesin yang diusung mobil bersangkutan irit BBM, tetapi seiring dengan usia pemakaian, tingkat keiritan mobil tersebut menurun. Misalnya mobil yang telah di-tune up ternyata konsumsi BBM-nya tetap boros. Ini terjadi karena penyetelan ulang komponen pendukung proses pembakaran di mesin tidak akurat.

Komponen yang Menjadi Penyebab Mobil Boros BBM

Beberapa ketidakakuratan penyetelan biasanya terjadi pada empat komponen. Berikut ini penjelasannya:
1. Busi
Penyetelan tingkat kerenggangan atau kerapatan jarak antara sumbu (besi yang melengkung) dan kepala busi (besi yang mencuat di bagian dalam bonggol busi) mengakibatkan percikan api yang dipantikan busi tidak sempurna. Akibatnya, proses pembakaran BBM dan udara di ruang bakar mesin tidak sempurna.
Bila hal itu terjadi, maka segera atur ulang tingkat kerapatan tersebut. Umumnya, pabrikan mobil standar tingkat kerenggangan atau kerapatan di busi 0,8 – 1 milimeter.
2. Karburator atau injektor
Mobil yang masih menggunakan karburator sangat rentan mengalami perubahan setelan perangkat pendukungnya. Begitu pula dengan mobil yang telah menggunakan injektor.
Pasalnya, seiring dengan penggunaan atau cara berkendara serta beberapa penyebab lain, injektor mengalami perubahan. “Lakukan kalibrasi injektor atau karburator setahun sekali. Tetapi penyetelan juga harus tepat,” saran Adi.
Cara untuk mengetahui setelan peranti itu bermasalah cukup mudah. Bila dari knalpot mengepul asam hitam yang membuat mata pedih, berarti asupan bahan bakar melebihi takaran alias boros.
3. Klep
Klep masuk atau intake valve di mesin berfungsi membuka dan menutup saluran masuk campuran udara dan BBM. Oleh karena itu, pastikan tidak terlalu rapat dan tidak terlalu longgar.
Bila klep terlalu rapat, maka proses pembakaran tidak akan berlangsung dengan sempurna. Mesin mobil pun serasa tersendat-sendat. Bila pengemudi menginjak pedal gas dalam-dalam, maka klep akan terbuka lebar dan asupan bahan bakar pun berlebihan atau boros. Hal ini akan menjadi faktor penyebab mobil boros BBM.
4. Saringan udara
Peranti ini berfungsi untuk mengatur asupan udara (oksigen) yang sangat dibutuhkan di dalam proses pembakaran di ruang bakar mesin. Bila kotor atau rusak, maka bahan bakar yang disemburkan juga tak sesuai dengan takaran ideal yang dibutuhkan. 
Akibatnya, banyak BBM yang tidak terbakar di saat proses pembakaran. Pada sisi lain, pengemudi terus menginjak pedal gas agar mesin tak mati. Walhasil, mobil pun boros BBM. Bila pada saat tune up mekanik tidak tepat membersihkannya, maka asupan udara ke ruang bakar pun terhambat.

Solusi Menjadikan Penggunaan BBM Jadi Lebih Hemat

Adapun beberapa solusi yang bisa dilakukan adalah dengan:
  • Mengganti komponen mobil yang bermasalah
  • Melakukan Tune Up pada mobil
  • Melakukan pembersihan pada saluran pembakaran
  • Memasang alat penghemat BBM seperti JS One ataupun R-Project
  • Mensetting ulang penggunaan bahan bakar di sistem ECU mobil


Sumber : dunia-mobil.com

Kirim Kendaraan