*** Follow Instagram Farhiyatrans untuk update foto terkini *** Pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat, booking paling lambat 2 hari sebelum keberangkatan *** Pengiriman sepeda motor, booking paling lambat sehari sebelum keberangkatan *** Menerima pengiriman kendaraan baru (belum ada NoPol/plat/STNK) *** Menerima pengiriman mobil, truk, bus, trailer, tronton, kendaraan besar lainnya dan alat berat dari Balikpapan ke Surabaya, Makassar ke Surabaya, Banjarmasin ke Surabaya, Maumere ke Surabaya *** Kirim lebih dari satu kendaraan, ada potongan harga *** Kirim barang lebih dari satu ton, ada potongan harga *** Kirim barang dengan FCL harga nego ***

Senin, 02 Juli 2018

Mau isi angin ban sebaiknya dengan Nitrogen



perawatan


Ban kendaraan harus selalu dijaga tekanannya. Terlalu kempes akan mempengaruhi performa dan efisiensi kendaraan. Untuk isi angin, Bridgestone menyarankan menggunakan nitrogen ketimbang udara biasa dari kompresor.

Bridgestone beralasan, menggunakan nitrogen dapat mengurangi hilangnya tekanan angin secara alami. Tidak seperti udara biasa yang kadang dalam waktu seminggu akan berkurang.

"Kami rekomendasikan untuk memakai nitrogen pada saat mengisi tekanan angin pada ban karena itu mengurangi kejadian tekanan angin hilang dengan sendirinya tanpa kita sadari. Kenapa dapat mencegah? Karena molekul-molekul pada nitrogen lebih besar sehingga tidak mudah keluar melalui celah pori-pori karet ban, oleh karena itu tekanan angin akan lebih lama menghilangnya," jelas Manager product Planning PT Bridgestone Indonesia Herry Mayland di lokasi peristirahatan KM57, Tol Cikampek, Jawa Barat, Kamis (2/6/2016).

Dia menekankan peranan ban pada mobil itu sangat fatal, karena hanya ban lah bagian mobil yang bersentuhan langsung dengan jalanan. "Salah satu poin pentingnya adalah tekanan angin pada ban," ujar Herry.

Herry menyampaikaan bahwa tekanan angin pada ban harus dicek secara berkala setiap dua minggu sekali, karena secara tidak sadar tekanan angin pada ban dapat berkurang secara alami,

"Ban itu seharusnya di cek rutin tekanan anginnya setiap sekali per dua minggu, karena tekanan angin itu bisa hilang atau berkurang dengan sndirinya tanpa kita sadari," ujar Herry.

Tidak hanya itu, Herry juga menyampaikan beberapa hal yang merugikan akibat kurangnya tekanan pada ban. Yaitu, bisa berakibat kecelakaan, boros BBM, dan juga dapat memperpendek umur ban.

"Kekurangan tekanan angin pada ban itu bisa berakibat fatal kecelakaan contohnya, karena ketika ban kurang angin pada saat berjalan maka pembangkitan panasnya jadi lebih tinggi, yang kita tahu karet itu musuhnya adalah panas, sehingga ketika temperatur pada ban lebih panas maka ban itu akan mudah rusak dan akan fatal akibatnya. selanjutnya adalah pemakaian BBM akan meningkat sama saja dengan boros BBM. Lalu kurangnya tekanan angin juga dapat memperpendek umur ban, karea kalau tekanan angin itu rendah maka posisi pada bagian ke dua sisi luar ban akan cepat haus sehingga umur ban tidak maksimal," tambah Herry.

Tekanan udara ban sebaiknya diatur sesuai rekomendasi dari pabrik ban tersebut yang biasanya tertera pada sisi luar ban tersebut atau buku panduan ban.


Sumber : oto.detik.com

Kirim Kendaraan